Sunday, 6 December 2015

Matahari

Terasa oleh badan kehangatan sinar ini,
Kutengok kanan kiri, sinar itu menembus kaca dan membagikan keramahannya ke setiap orang yang duduk di kereta yang sedang berjalan menuju suatu tempat.
Ada yang membalas dengan menerimanya, ada juga yang enggan membalas dengan menutup tirai kaca itu..
Aku duduk dan terinspirasi oleh sinar itu, yaa... sekarang aku bersikap seperti seorang yang sangat pro untuk menilai keberadaan sinar itu..
Aku termenung dan kutengok layar handphoneku, kutulis dan kurangkai kata yang keluar dari hati dan pikiranku.

"Sinar adalah sinar yang dipancarkan oleh matahari, terasa hangat di tubuh, terasa terang di penglihatan, dan terasa sangat tulus di hati..
Dia tidak pernah ingin mendapatkan imbalan tentang apa yang dia beri kepada orang lain..
Terkadang orang akan suka ketika musim dingin datang, tapi orang akan membencinya ketika keringat mulai sering menetes diantara pori-pori tubuhnya..
Namun, sinar itu tetap diam. Dia tetap acuh dan melakukan rutinitasnya setiap hari. Dia hanya menjalankan perintah yang diberikan kepadanya oleh Tuhan ketika dia diciptakan.
Sungguh sangat taat dan patuh sekali bukan..
Sekalipun orang sering membencinya, tapi tidak bisa di tepiskan jika sebenarnya orang-orang juga sangat mendambakannya untuk penerangan dikala siang.. Dari situ aku berfikir "matahari" dia melakukan kesalahannya berulang-ulang ketika musim panas datang. Membuat sakit kulit karena dia terlalu sering memberikan kehangatannya bahkan terasa panas..
Namun, orang-orang sangat mencintainya karna dia juga salah satu sumber kehidupan bagi mereka termasuk aku
"

Selesai membuat rangkaian kata yang keluar saja itu. Aku tertegun, aku berfikir lagi apa yang sedang berkecamuk dalam hati dan fikiranku..
Apakah ini rasa kehilangan??
Sekarang aku bak matahari bagi orang-orang yang enggan menerima kekuranganku..
Namun, aku juga seperti matahari yang enggan menolak anugerah yang diberikan oleh Tuhanku. Sebuah 'cinta'....

Wednesday, 17 June 2015

THINK--positive

Terkadang sesuatu yang kita inginkan belum tentu itu yang kita butuhkan....

Mulai menyadari..
Quotes itu sering aku dengar. Bagaimana kita menanggapinya saja..
aku selalu menginginkan sesuatu yang terkadang tidak sesuai keinginanku, maksud kita baik belum tentu orang juga menilai demikian..

Sering sekali aku merasakannya, hingga akupun menahan ego dan mengikhlaskan apa yang menurutku benar. selalu berfikir positive -- "ya, mungkin saja aku yang salah. jadi aku harus mulai mendengarkan kata orang", pikirku dalam benak.


kesulitanku menyatakan sesuatu dengan jelas dan detail membuatku sering dipojokkan dalam olah perkataan, karakterku yang tidak tegas dan sering menghayal mungkin salah satu faktornya.

Dan aku nyatakan kalau aku belum berhasil belajar ikhlas dalam menata hidupku yang sekarang.
Aku lupa cara berbahagia, menahan jengkel dengan menangis, menyalahkan keadaan yang mungkin bukan salah siapapun hanya aku saja yang merasakan. Terkadang ketika sadar aku berfikir, "ah, ya sudahlah.. Allah sedang mengajariku, dulu aku terlalu banyak menyakiti orang". Dan hidup harus seperti itu, harus merasakan ketidakbahagiaan agar semuanya berjalan dengan seimbang.

Mengalahlah demi melihat orang lain bahagia, akan aku jalani hidup seperti itu saat ini dan untuk kedepannya. Kapan dan bagaimana aku bisa bahagia biarlah selalu dalam misteri skenario-Nya.
Lewat kata dan menjadi sebuah tulian biarkan aku memuaskan diri, sebagai imbalannya aku akan selalu mengalah untuk tidak menuntut hidup sesuai keinginanku. 

Keinginanku sampai saat ini hanya Aku ingin tertawa lepas seperti dulu, seperti saat itu.

Sunday, 6 July 2014

"TAKDIR" is a choice

Aku tidak tahu apakah ini karmaku atau memang sudah takdirku..
Aku tidak tahu apakah aku harus marah atau hanya diam saja ketika takdir ini datang padaku.
Takdir ini seperti mempermainkanku..
Mengajak aku untuk selalu menata potongan-potongan kenangan yang bisa menggores dan melukaiku.
Mulai belajar mengenal lawan jenis ternyata merupakan awal permasalahanku..

Mulanya 8 tahun yang lalu, aku mulai belajar di tingkat SMA. Prestasiku sangat baik, karena memang itu modal awalku melanjutkan pendidikanku. Ternyata semakin bertambah usiaku semakin aku ingin tahu segala hal, termasuk rasanya mempunyai pacar. Berawal dari perkenalanku dengan sosok yang berparas tidak terlalu menarik tetapi sangat berwibawa dengan kedudukannya di OSIS saat itu. Jadian tanpa pertemuan, mungkin itu kesalahanku. Aku tidak merasakan apa yang dikatakan orang, seperti kalau cinta itu akan deg-degan kalau bertemu seperti ada setruman alamiah yang muncul dari dalam diri kita. Karena hal inilah aku menjadi seorang penghianat, aku berhubungan dengan orang lain yang tidak lain adalah teman semasa SMPku dulu.

Teman SMPku kini adalah pacarku. Sangat senang bisa mengenalnya karena aku merasa sangat disayangi walaupun aku sendiri blum merasakan rasanya cinta yang banyak diceritakan orang. Sayangnya, dia membuat aku menjadi orang lain. Mulai berkata bohong kepada orang tua karena kalau tidak bertemu anak ini akan mengeluarkan sifat jeleknya (aku sering bilang dia ini psikopat hehhee..). sejak kenal dengan dia juga prestasiku melorot. Ranking 3 besarku sudah tidak pernah lagi aku dapatkan. Tidak bisa menyalahkan dia, karena ini murni kesalahanku kenapa aku tidak bisa menyeimbangkan IQ dengan EQ ku. Berjalan lama dengan segala macam tindakan yang seharusnya tidak aku lakukan, dia semakin membuatku menjadi sosok yang negatif. Hingga akhirnya aku akan masuk ke universitas untuk melanjutkan studiku. Kami akhirnya memutuskan untuk menyudahi hubungan ini. Sayangnya, Cuma status yang hilang tapi hubungan diantara kami tetap berjalan layaknya hubungan di luar teman biasa.

Mempunyai seorang sahabat yang bisa mengerti aku, dan aku bangga juga bisa memunculkan sosok dia yang lain ketika bersamaku,, dan kepada sahabatku yang ini ternyata hati ini memilih. Diam-diam mengagumi karena sosok karismatiknya, manis parasnya, everything is perfect when I see him. Ya,, aku tidak menemukan cacat dalam dirinya mungkin karena hati yang mengendalikan otak untuk memberikan respon demikian. Cukup lama berjalan, persahabatan kami memang terasa tidak wajar bagiku. Bersamanya banyak rasa sakit yang aku rasakan tapi memang ini yang bisa membuatku merasakan hal lain yang belum pernah aku rasakan. Aaah mungkin di cut saja bagian ini karena memang aku tidak menginginkan membahas lebih mendetail tentang masaku pada saat itu.

And now, aku menyadari tidak ada kata dipermainkan oleh takdir jika kita sadar ternyata Allah memberikan 2 jalan untuk kita memilih. Yang pertama, membiarkannya sehingga takdir akan mempermainkan kita atau yang kedua berusaha memperbaiki sehingga takdir berpihak kepada kita. Wallahualam bi sowab...
 

 And thankfull ya Allah, ya Rab, ya Illahi... I found my way Subhanallah .... no other words besides Alhamdullilahi Robbil ‘alamin...
Insya Allah, I hope you’re the answer to my prayers.. still istiqomah and the moment when I see you to be my husband will be the best moment in my life. Amiin....



With love  Faiz Al-Husaini a.k.a Faizal Husen

Friday, 4 April 2014

Pesan Untuk Suamiku



Suamiku…
Apa kabarmu hari ini, apakah kamu sudah bisa memperbaiki diri sehingga jika kamu bertemu denganku, kamu sudah yakin akan menjadi imam yang bisa menjadikanku lebih baik.




Suamiku..
Tak apa kamu sekarang mungkin sedang tidak sadar, mungkin menjadi sosok yang kurang baik di mata masyarakat, menjadi seseorang yang senang mengisi waktu luangmu dengan bermain bukan malah melakukan hal yang bermanfaat, atau mungkin saat ini kamu adalah sosok yang sangat baik. Sosok yang dikagumi banyak orang, bahkan banyak wanita yang ingin menggantikan posisiku. Bagiku tidak apa-apa..
Aku tidak tahu, apakah kamu sekarang berada dekat denganku, ataupu mungkin kamu adalah seseorang yang akan aku kenal baru. Mungkin kita tidak sadar Allah mentakdirkan kita bersama biarkan itu menjadi rahasia Ilahi, karena aku yakin akan menjadi sangat indah jika kita mengikuti skenario yang sedang dijalankan Allah.

Suamiku..
Saat ini aku sedang mengagumi sosok lelaki lain selain dirimu,, maafkan aku…. Aku yakin ini adalah proses yang bisa membawaku untuk menemukanmu. Siapa, dimana dan kapan sungguh aku ingin saat itu adalah sejarah yang akan kita banggakan di depan buah hati kita nanti.
Bantu aku untuk melewati ini, karena bagiku ini sangat menyakitkan, aku tidak ingin membuang waktuku hanya untuk memikirkan lelaki lain selain dirimu. Aku hanya ingin mencintaimu, menjadi sosok yang bisa menyayangimu sepenuhnya. Aku tidak ingin kamu menikmati sisa-sisa perasaanku saja. Kapan kita bertemu? Aku ingin kamu membantuku.. aku hanya ingin air mata yang menetes ke pipiku hanya untukmu, bukan menangisi sosok lelaki lain yang hanya bisa menyakitiku. Apa kamu tega ada lelaki lain yang memperlakukanku seperti itu?

Suamiku..
Jangan jauhkan aku dari Allah, aku ingin kamu bisa membuatku lebih dekat dengan Tuhan kita. Aku ingin Allah melihat kita sebagai keluarga yang sakinnah, mawadah, warrahmah.. amiin…

Dan pada akhirnya, pesanku adalah…
Segera temukan aku, karena aku tidak ingin lebih banyak mengenal lelaki yang semakin menjauhkan aku denganmu. 

Monday, 31 March 2014

Alasan untuk Reason


Alunan lagu sendu selalu terdegar pagi itu..
sebuah lagu yang memang selalu menjadikan gadis itu selalu memikirkan bagaimana melanjutkan hidupnya secara normal..

yaa... 
panggil saja "reason" , jika di telaah dari segi kata reason mempunyai arti alasan.
rea begitulah biasa dia dipanggil, dia juga tidak paham kenapa orangtuanya memberikan nama seperti itu, mungkin saja orangtuanya berharap kalau dia dilahirkan untuk sebuah alasan yang baik, jadi tidak dikatakan sebagai anak yang lahir tanpa "alasan"..

Rea sendiri tidak mengerti untuk alasan apa dia dilahirkan, karena apapun yang dia lakukan ketika hidup di dunia selalu tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan usahanya.

 *keberuntungan memang tidak selalu ada pada setiap diri  manusia

Untuk sebuah alasan rea selalu mencari tahu apakah ia berbuat sesuatu yang salah sehingga tidak ada satu orangpun yang memberinya penjelasan tentang "mengapa aku diperlakukan seperti ini, alasannya apa?"..
yaa..
Pertanyaan itu yang selalu muncul dibenaknya..
Tangannya seketika mengusap pipi,, "basah...? apa aku menagis lagi?".
kebiasaan reason untuk menghilangkan rasa yang selalu membuatnya tidak nyaman adalah menulis. yaa, itu yang selalu ia lakukan kalau memang tidak ada lagi yang mengerti tentang apa yang dia cari.

31 Maret 2014, 7:15 PM

Ya Tuhan...
Ini aku Reason, aku tahu engkau maha tahu segalanya.. termasuk untuk alasan apa aku dilahirkan ke dunia.
Ya Allah Ya Tuhanku..
Sekarang aku sedang bimbang, aku merasa sedang tidak melakukan hal yang tidak disukai orang, tapi mengapa aku dijauhi oleh orang-orang itu?
beri aku alasan Tuhan, kalaupun ini yang terbaik tolong kuatkan iman islamku..
Tuhan, apa kabar orang yang berada disampingMu? apakah engkau memberikan kenikmatan pada mereka?
kalau boleh aku ingin lebih dekat denganMu, seperti mereka.... agar tidak alasan lagi untukku berbuat dosa lebih banyak di dunia

Ya Tuhan..
aku orang yang kuat sebenarnya, tapi untuk alasan tertentu terkadang aku tidak kuat menikmati ini sendiri. Beri alasan untuk Reason tetap menjalani ini.

Sampai pada akhir tulisannya iya tertidur, dalam tidurnya rea mendapati mimpi buruk.. wajah gelisah, aliran keringat menetes di kening rea. dan tiba-tiba.....

Reason terbangun dengan nafas yang terengah-engah...
Dahinya ia kernyitkan, dia mulai berfikir bahkan mimpi burukpun lebih indah dari kenyataan yang harus ia jalani... end _yy


Terkadang kita hidup dengan berbagai alasan, dan karena alasan itu kita dapat menerima apapun yang kita hadapi. Jangan pernah berbuat sesuatu yang tanpa alasan karena nantinya reason lah yang akan mencari alasan itu sendiri. 

Thursday, 4 April 2013

Gelasku terisi harapan



Pernahkah kamu tahu kalau hati itu seperti gelas yang penuh dengan mata air harapan. Jika hati itu kosong maka tidak akan ada orang yang akan mengambil gelas itu, tapi jika gelas itu penuh dengan air apalagi terasa manis maka akan banyak orang yang menginginkan gelas itu.

Hati yang kosong tidak akan mengenal pahit manisnya harapan. Sedang hati yang penuh dengan harapan tidak akan lelah untuk membuat sebuah kenangan. Ya, orang yang berharap itu tidak akan pernah lelah untuk terus berjuang mendapatkan kebahagiaan

Aku yakin, ketika kenangan itu terasa pahit akan ada gula yang bisa ditambahkan. Rasa pahit akan terobati dengan adanya gula itu. Dan aku yakin gula itu sedang di persiapkan tuhan untuk bisa ditambahkan kedalam air pahit yang ada di gelasku.

Mungkin sekarang gelasku hambar tidak berasa kadang terasa pahit juga, tapi aku yakin akan ada masa dimana aku mendapatkan gula yang dipersiapkan tuhan untukku. Entah kapan tapi gelasku selalu terisi penuh, aku tidak ingin gelasku yang cantik kosong begitu saja. Biar orang berkata apa, masa bodoh aku tak peduli.

Akan datang dimana harapanku terbalas, karena tuhan tahu apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku mau. Gulaku adalah pengharapan yang terjawab entah kapan, dimana atau syapa yang akan membuat manis hidupku aku juga tak tahu. Hanya tulisan ini yang akan menjadi saksi kapan hari itu akan ada.

Tuhan,
Jika hari itu tiba, jadikan aku orang yang bersyukur atas nikmatmu, tapi jika ternyata terasa sangat lama jadikan aku orang yang bersabar dan setia dengan semua karuniamu.

# Gelas terisi penuh dengan harapan, harapan yang aku yakin akan manis pada waktunyaa…

Thursday, 28 February 2013

Bahagiaku


Bahagiaku...


Jika nanti kita ada waktu untuk saling bercerita, jangan sungkan..
ceritaku akan tak habis untuk kamu..
ya memang aku tak bisa menempatkan kamu seperti temanku yang lain..
ada rasa sungkan memang ketika aku melihatmu,,

tak tahu apa tapi aku menjadi orang lain ketika bersama kamu..
aku yang ceriwis, bisa menjadi orang yang diam ketika ada kamu
canggungku membuat salah tingkah di luar kendali aku..

maafkan aku, tapi aku berusaha mengendalikan ini, aku bukan orang jahat yang mencampuri urusanmu dengan dia. aku hanya ingin kamu nyaman dengan kondisiku.

aku tak mengharapkan imbalan dengan apa yang aku berikan untukmu,,
bahagiaku sederhana karena bahagiaku adalah kamu..

mulai hari ini aku akan belajar untuk hanya melihatmu dari jauh, tidak berusaha terlihat baik dimatamu.. tapi aku akan berusaha agar hatimu melihat apa yang aku lakukan dan rasakan untukmu. karena hati tidak seperti mata yang kadang salh melihat.