Thursday, 4 April 2013

Gelasku terisi harapan



Pernahkah kamu tahu kalau hati itu seperti gelas yang penuh dengan mata air harapan. Jika hati itu kosong maka tidak akan ada orang yang akan mengambil gelas itu, tapi jika gelas itu penuh dengan air apalagi terasa manis maka akan banyak orang yang menginginkan gelas itu.

Hati yang kosong tidak akan mengenal pahit manisnya harapan. Sedang hati yang penuh dengan harapan tidak akan lelah untuk membuat sebuah kenangan. Ya, orang yang berharap itu tidak akan pernah lelah untuk terus berjuang mendapatkan kebahagiaan

Aku yakin, ketika kenangan itu terasa pahit akan ada gula yang bisa ditambahkan. Rasa pahit akan terobati dengan adanya gula itu. Dan aku yakin gula itu sedang di persiapkan tuhan untuk bisa ditambahkan kedalam air pahit yang ada di gelasku.

Mungkin sekarang gelasku hambar tidak berasa kadang terasa pahit juga, tapi aku yakin akan ada masa dimana aku mendapatkan gula yang dipersiapkan tuhan untukku. Entah kapan tapi gelasku selalu terisi penuh, aku tidak ingin gelasku yang cantik kosong begitu saja. Biar orang berkata apa, masa bodoh aku tak peduli.

Akan datang dimana harapanku terbalas, karena tuhan tahu apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku mau. Gulaku adalah pengharapan yang terjawab entah kapan, dimana atau syapa yang akan membuat manis hidupku aku juga tak tahu. Hanya tulisan ini yang akan menjadi saksi kapan hari itu akan ada.

Tuhan,
Jika hari itu tiba, jadikan aku orang yang bersyukur atas nikmatmu, tapi jika ternyata terasa sangat lama jadikan aku orang yang bersabar dan setia dengan semua karuniamu.

# Gelas terisi penuh dengan harapan, harapan yang aku yakin akan manis pada waktunyaa…