Sunday, 6 July 2014

"TAKDIR" is a choice

Aku tidak tahu apakah ini karmaku atau memang sudah takdirku..
Aku tidak tahu apakah aku harus marah atau hanya diam saja ketika takdir ini datang padaku.
Takdir ini seperti mempermainkanku..
Mengajak aku untuk selalu menata potongan-potongan kenangan yang bisa menggores dan melukaiku.
Mulai belajar mengenal lawan jenis ternyata merupakan awal permasalahanku..

Mulanya 8 tahun yang lalu, aku mulai belajar di tingkat SMA. Prestasiku sangat baik, karena memang itu modal awalku melanjutkan pendidikanku. Ternyata semakin bertambah usiaku semakin aku ingin tahu segala hal, termasuk rasanya mempunyai pacar. Berawal dari perkenalanku dengan sosok yang berparas tidak terlalu menarik tetapi sangat berwibawa dengan kedudukannya di OSIS saat itu. Jadian tanpa pertemuan, mungkin itu kesalahanku. Aku tidak merasakan apa yang dikatakan orang, seperti kalau cinta itu akan deg-degan kalau bertemu seperti ada setruman alamiah yang muncul dari dalam diri kita. Karena hal inilah aku menjadi seorang penghianat, aku berhubungan dengan orang lain yang tidak lain adalah teman semasa SMPku dulu.

Teman SMPku kini adalah pacarku. Sangat senang bisa mengenalnya karena aku merasa sangat disayangi walaupun aku sendiri blum merasakan rasanya cinta yang banyak diceritakan orang. Sayangnya, dia membuat aku menjadi orang lain. Mulai berkata bohong kepada orang tua karena kalau tidak bertemu anak ini akan mengeluarkan sifat jeleknya (aku sering bilang dia ini psikopat hehhee..). sejak kenal dengan dia juga prestasiku melorot. Ranking 3 besarku sudah tidak pernah lagi aku dapatkan. Tidak bisa menyalahkan dia, karena ini murni kesalahanku kenapa aku tidak bisa menyeimbangkan IQ dengan EQ ku. Berjalan lama dengan segala macam tindakan yang seharusnya tidak aku lakukan, dia semakin membuatku menjadi sosok yang negatif. Hingga akhirnya aku akan masuk ke universitas untuk melanjutkan studiku. Kami akhirnya memutuskan untuk menyudahi hubungan ini. Sayangnya, Cuma status yang hilang tapi hubungan diantara kami tetap berjalan layaknya hubungan di luar teman biasa.

Mempunyai seorang sahabat yang bisa mengerti aku, dan aku bangga juga bisa memunculkan sosok dia yang lain ketika bersamaku,, dan kepada sahabatku yang ini ternyata hati ini memilih. Diam-diam mengagumi karena sosok karismatiknya, manis parasnya, everything is perfect when I see him. Ya,, aku tidak menemukan cacat dalam dirinya mungkin karena hati yang mengendalikan otak untuk memberikan respon demikian. Cukup lama berjalan, persahabatan kami memang terasa tidak wajar bagiku. Bersamanya banyak rasa sakit yang aku rasakan tapi memang ini yang bisa membuatku merasakan hal lain yang belum pernah aku rasakan. Aaah mungkin di cut saja bagian ini karena memang aku tidak menginginkan membahas lebih mendetail tentang masaku pada saat itu.

And now, aku menyadari tidak ada kata dipermainkan oleh takdir jika kita sadar ternyata Allah memberikan 2 jalan untuk kita memilih. Yang pertama, membiarkannya sehingga takdir akan mempermainkan kita atau yang kedua berusaha memperbaiki sehingga takdir berpihak kepada kita. Wallahualam bi sowab...
 

 And thankfull ya Allah, ya Rab, ya Illahi... I found my way Subhanallah .... no other words besides Alhamdullilahi Robbil ‘alamin...
Insya Allah, I hope you’re the answer to my prayers.. still istiqomah and the moment when I see you to be my husband will be the best moment in my life. Amiin....



With love  Faiz Al-Husaini a.k.a Faizal Husen

2 comments:

Faizal Husen said...
This comment has been removed by the author.
Faizal Husen said...

i love you cety, you are most beatiful grace in my life.